Create Database, Import(Backup) dan Export(Restore) Database pada MySQL

Jaka telah dibaca : 248105 kali

Tutorial ini adalah lanjutan dari tutorial sebelumnya (cara Install xampp 1.7.3), sekarang saya akan membahas Create Database, Import(Backup) dan Export(Restore) Database pada MySQL, pada tutorial ini saya menggunakan software PhpMyAdmin yang sudah ada dalam paket instalasi xampp 1.7.3 yang sudah diinstall seperti pada sebelumnya (cara Install xampp 1.7.3). sebelum melanjutkan, agar tidak terjadi kesalahan persepsi kita akan bahas dulu apa itu xampp, PhpMyAdmin dan MySQL.

phpMyAdmin adalah perangkat lunak bebas yang ditulis dalam bahasa pemrograman PHP yang digunakan untuk menangani administrasi MySQL melalui Jejaring Jagat Jembar (World Wide Web). phpMyAdmin mendukung berbagai operasi MySQL, diantaranya (mengelola basis data, tabel-tabel, bidang (fields), relasi (relations), indeks, pengguna (users), perizinan (permissions), dan lain-lain).

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/PhpMyAdmin

 

XAMPP (/icon?zæmp/ atau /??ks.æmp/) adalah perangkat lunak bebas, yang mendukung banyak sistem operasi, merupakan kompilasi dari beberapa program.

Fungsinya adalah sebagai server yang berdiri sendiri (localhost), yang terdiri atas program Apache HTTP Server, MySQLdatabase, dan penerjemah bahasa yang ditulis dengan bahasa pemrograman PHP dan Perl. Nama XAMPP merupakan singkatan dari X (empat sistem operasi apapun), Apache, MySQL, PHP dan Perl. Program ini tersedia dalam GNU General Public License dan bebas, merupakan web server yang mudah digunakan yang dapat melayani tampilan halaman web yang dinamis.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/XAMPP

 

MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (bahasa Inggris: database management system) atau DBMS yang multithreadmulti-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagaiperangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus di mana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL.

Tidak sama dengan proyek-proyek seperti Apache, di mana perangkat lunak dikembangkan oleh komunitas umum, dan hak ciptauntuk kode sumber dimiliki oleh penulisnya masing-masing, MySQL dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan komersialSwedia MySQL AB, di mana memegang hak cipta hampir atas semua kode sumbernya. Kedua orang Swedia dan satu orangFinlandia yang mendirikan MySQL AB adalah: David Axmark, Allan Larsson, dan Michael "Monty" Widenius.

MySQL adalah sebuah implementasi dari sistem manajemen basisdata relasional (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License). Setiap pengguna dapat secara bebas menggunakan MySQL, namun dengan batasan perangkat lunak tersebut tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat komersial. MySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama dalam basisdata yang telah ada sebelumnya; SQL (Structured Query Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian basisdata, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis.

Kehandalan suatu sistem basisdata (DBMS) dapat diketahui dari cara kerja pengoptimasi-nya dalam melakukan proses perintah-perintah SQL yang dibuat oleh pengguna maupun program-program aplikasi yang memanfaatkannya. Sebagai peladen basis data, MySQL mendukung operasi basisdata transaksional maupun operasi basisdata non-transaksional. Pada modus operasi non-transaksional, MySQL dapat dikatakan unggul dalam hal unjuk kerja dibandingkan perangkat lunak peladen basisdata kompetitor lainnya. Namun pada modus non-transaksional tidak ada jaminan atas reliabilitas terhadap data yang tersimpan, karenanya modus non-transaksional hanya cocok untuk jenis aplikasi yang tidak membutuhkan reliabilitas data seperti aplikasi blogging berbasis web (wordpress), CMS, dan sejenisnya. Untuk kebutuhan sistem yang ditujukan untuk bisnis sangat disarankan untuk menggunakan modus basisdata transaksional, hanya saja sebagai konsekuensinya unjuk kerja MySQL pada modus transaksional tidak secepat unjuk kerja pada modus non-transaksional.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/MySQL

Bila ingin memahami lengkap tentang perintah – perintah MySQL bisa dipelajari di sini. 

Ok, selanjutnya kita mulai, buka browser (Mozilla, Chrome, Internet Explore, dsb), ketikkan url http://localhost/phpmyadmin/

 

 

A.   MEMBUAT DATABASE (Create Database)

 

1. Untuk membuat Database baru pada halaman Beranda (Home), ketikkan nama database lalu click Create

2. Berikut tampilan bila Create database telah berhasil

 

B.    IMPORT (Restore) DATABASE

 

1. Click tab Import

2. Click Choose file (mungkin bisa berbeda tulisan bila menggunakan browser selain chrome atau menggunakan browser dengan bahasa selain English)

 

 

3. Pilih File backup yang berextensi .sql lalu click Open

4. Click Go

 

B.   Export(Backup) DATABASE

 

1 .Click tab Export

2. Pilih Jenis file export lalu click Go, file Export akan tersimpan di folde Download default pada settingan browser

Catatan : File Backup yang dapat di Import/Restore kembali hanya file dalam bentuk .sql

Demikian tutorial kali ini, terimakasih sudah mampir di web saya.

 


Instalasi Hamachi dan Koneksi Program Ji-software untuk Kontrol jarak jauh (VIA INTERNET)